Tata Natah terinspirasi dari tata ruang kosong (natah) dan jalur (lebuh) dalam arsitektur tradisional Bali. Bukan hanya warisan arsitektur budaya Indonesia, tapi Tata Natah juga mengenalkan filosofi ruang yang menghadirkan inspirasi, menciptakan interaksi, serta merefleksikan harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas.
Inilah esensi yang ingin PT Muliaglass hadirkan dalam Muliaglass Pavilion.
3 Pilar
"Tata Natah"
Manusia
Kehadiran dan interaksi pengunjung yang terjalin di Muliaglass Pavilion dalam menciptakan “Natah”.
Alam
Direpresentasikan melalui produk kaca Muliaglass yang Sustainable.
Spiritualitas
Motif baru terinspirasi dari pola Timur Tengah yang merefleksikan nilai Ketuhanan, lalu dipadukan dengan teknik batik sebagai warisan budaya Indonesia.