
Float glass tersedia dalam berbagai pilihan ketebalan, mulai dari kaca tipis untuk kebutuhan interior hingga kaca yang lebih tebal untuk bidang dengan ukuran lebih besar. Perbedaan ketebalan float glass tidak hanya memengaruhi bobot kaca, tetapi juga menentukan jenis aplikasi yang dapat dipertimbangkan. Kaca 3mm, misalnya, lebih banyak digunakan untuk kebutuhan ringan dan bidang berukuran kecil. Sementara itu, kaca 8mm, 10mm, hingga 15mm dapat digunakan untuk kebutuhan yang memerlukan bidang kaca lebih tebal, seperti pintu, partisi, panel berukuran besar, dan aplikasi lainnya.
Namun, ketebalan bukan satu-satunya faktor dalam menentukan spesifikasi kaca. Ukuran bidang, sistem pemasangan, lokasi penggunaan, serta kebutuhan pengolahan kaca tetap perlu diperhatikan. Muliaglass menyediakan float glass dengan ketebalan 2mm hingga 15mm, sehingga pilihan ketebalan dapat disesuaikan dengan beragam kebutuhan interior maupun bangunan.
Mengenal Perbedaan Ketebalan Float Glass
Secara sederhana, semakin tebal float glass, semakin besar pula bobot kaca per meter persegi. Perbedaan tersebut membuat masing-masing ketebalan memiliki penggunaan yang berbeda.
Berikut gambaran penggunaan float glass berdasarkan ketebalannya.
Float Glass 2–3mm: Untuk Aplikasi Kaca Ringan
Float glass 2–3mm merupakan pilihan untuk kebutuhan yang menggunakan bidang kaca relatif kecil dan ringan. Kaca dengan ketebalan ini dapat digunakan untuk bingkai foto, panel lemari, pintu kabinet, panel dekoratif, serta berbagai kebutuhan interior ringan. Karena lebih tipis dan ringan, float glass 2–3mm juga lebih mudah digunakan pada aplikasi yang tidak membutuhkan bidang kaca berukuran besar.
Float Glass 4–5mm: Untuk Jendela dan Panel Interior
Naik ke ketebalan 4–5mm, penggunaan float glass menjadi lebih beragam. Ketebalan ini dapat digunakan untuk jendela, panel kaca, pintu lemari, etalase berukuran kecil hingga sedang, dan berbagai aplikasi interior. Float glass 4–5mm memberikan pilihan yang lebih sesuai untuk kebutuhan kaca bangunan dibandingkan kaca yang sangat tipis, terutama pada bidang dengan ukuran kecil hingga sedang.
Float Glass 6mm: Untuk Jendela, Etalase, dan Partisi
Float glass 6mm merupakan salah satu pilihan ketebalan yang banyak digunakan untuk kebutuhan kaca bangunan dan interior. Contoh penggunaannya meliputi jendela rumah, etalase toko, partisi interior, pintu interior, dan panel kaca. Ketebalan 6mm juga dapat digunakan sebagai pilihan untuk berbagai kebutuhan yang memerlukan bidang kaca dengan ukuran sedang. Jika dibutuhkan karakteristik tertentu untuk aplikasi yang berhubungan dengan keamanan, float glass dapat diproses lebih lanjut sesuai kebutuhan.
Float Glass 8mm: Untuk Partisi, Pintu, dan Panel Lebih Besar
Dengan ketebalan 8mm, float glass dapat digunakan pada bidang yang lebih besar dan aplikasi yang membutuhkan material kaca lebih tebal. Beberapa contoh penggunaannya adalah partisi kaca, pintu kaca, pintu geser, shower enclosure, meja kaca, dan panel kaca berukuran besar. Dibandingkan 6mm, kaca 8mm memiliki bobot yang lebih tinggi dan memberikan pilihan yang lebih sesuai untuk kebutuhan bidang kaca yang lebih besar. Sistem rangka dan pemasangan tetap perlu disesuaikan dengan ukuran serta desain bidang kaca.
Float Glass 10mm: Untuk Pintu Frameless dan Partisi Besar
Float glass 10mm dapat digunakan untuk kebutuhan yang memerlukan kaca dengan ketebalan lebih tinggi, terutama pada aplikasi dengan bidang kaca yang lebih besar. Penggunaannya dapat mencakup pintu kaca frameless, partisi kaca berukuran besar, panel interior, meja kaca, dan berbagai kebutuhan komersial. Untuk aplikasi seperti pintu atau area yang memiliki risiko benturan manusia, float glass dapat diproses menjadi tempered glass atau jenis kaca pengaman lainnya sesuai kebutuhan aplikasi.
Float Glass 12mm: Untuk Bidang Kaca Besar dan Kebutuhan Khusus
Float glass 12mm memberikan pilihan ketebalan yang lebih tinggi untuk kebutuhan bidang kaca yang besar atau aplikasi yang memerlukan kaca dengan material lebih tebal. Kaca 12mm dapat digunakan untuk pintu kaca berukuran besar, partisi dengan bidang lebar, meja kaca, panel interior, serta kebutuhan komersial tertentu. Selain digunakan secara langsung pada aplikasi tertentu, float glass 12mm juga dapat menjadi material untuk proses pengolahan kaca lebih lanjut, seperti tempered atau laminated, apabila dibutuhkan karakteristik khusus untuk proyek.
Float Glass 15mm: Untuk Kebutuhan dengan Kaca Lebih Tebal
Float glass 15mm merupakan pilihan ketebalan tertinggi dalam rentang produk float glass Muliaglass. Kaca dengan ketebalan ini dapat digunakan untuk kebutuhan yang memerlukan material kaca lebih tebal, seperti panel kaca berukuran besar, pintu kaca berukuran besar, meja kaca, dan berbagai aplikasi interior maupun komersial tertentu.
Untuk aplikasi khusus seperti railing atau lantai kaca, penggunaan kaca tidak ditentukan hanya berdasarkan ketebalan. Aplikasi tersebut membutuhkan jenis kaca, ukuran panel, sistem penyangga, dan konstruksi yang sesuai dengan beban serta fungsi penggunaannya.
Perbedaan Ketebalan Float Glass dalam Satu Tabel
| Ketebalan | Karakteristik Umum | Contoh Penggunaan |
| 2–3mm | Tipis dan ringan | Bingkai, panel lemari, kabinet, dekorasi |
| 4–5mm | Tipis hingga menengah | Jendela, panel, pintu lemari, etalase |
| 6mm | Ketebalan menengah | Jendela, etalase, partisi, panel interior |
| 8mm | Lebih tebal | Partisi, pintu, shower enclosure, meja, panel besar |
| 10mm | Tebal | Pintu frameless, partisi besar, meja, panel interior |
| 12mm | Sangat tebal | Pintu besar, partisi lebar, meja, panel kaca |
| 15mm | Ketebalan tinggi | Panel besar, pintu besar, meja, aplikasi khusus |
Tabel tersebut memberikan gambaran umum mengenai perbedaan ketebalan float glass dan penggunaannya. Dalam proyek nyata, spesifikasi akhir tetap perlu disesuaikan dengan ukuran kaca, sistem pemasangan, lokasi, dan fungsi kaca.
Semakin Tebal, Semakin Berat
Selain memengaruhi penggunaan, ketebalan juga berpengaruh langsung terhadap bobot float glass. Secara umum, setiap kenaikan ketebalan 1mm menambah bobot kaca sekitar 2,5 kg/m². Artinya, float glass 6mm memiliki berat sekitar 15 kg/m², sedangkan kaca 10mm sekitar 25 kg/m². Perbedaan bobot ini menjadi semakin penting ketika kaca digunakan dalam ukuran besar. Semakin besar bidang kaca dan semakin tinggi ketebalannya, semakin besar pula beban yang perlu diperhitungkan pada rangka dan sistem pemasangannya. Karena itu, pemilihan ketebalan float glass sebaiknya mempertimbangkan ukuran bidang dan kebutuhan aplikasi, bukan hanya memilih kaca yang paling tebal.
Tidak Hanya Berbeda Ketebalan, Float Glass Juga Memiliki Pilihan Warna
Selain pilihan ketebalan, float glass juga dapat dibedakan berdasarkan tampilan warnanya. Muliaglass menyediakan float glass dalam pilihan clear, dark grey, dark blue, bronze, euro grey, dan light green.

Pilihan tersebut memungkinkan float glass digunakan tidak hanya sebagai elemen fungsional, tetapi juga untuk mendukung tampilan interior dan eksterior bangunan. Dengan demikian, spesifikasi kaca dapat dipertimbangkan berdasarkan beberapa kebutuhan sekaligus, mulai dari ketebalan, warna, ukuran bidang, hingga proses pengolahan.
Kesimpulan
Setiap aplikasi membutuhkan karakteristik kaca yang berbeda. Kebutuhan untuk panel lemari dan dekorasi dapat menggunakan kaca dengan ketebalan yang lebih tipis, sementara jendela, etalase, pintu, partisi, hingga panel kaca berukuran besar dapat membutuhkan pilihan ketebalan yang lebih tinggi. Melalui pilihan float glass 2mm hingga 15mm,
Muliaglass dapat melayani berbagai kebutuhan kaca untuk interior, hunian, area komersial, maupun kebutuhan bangunan lainnya. Tersedia pula pilihan warna clear, dark grey, dark blue, bronze, euro grey, dan light green, sehingga kebutuhan kaca dapat disesuaikan dengan fungsi sekaligus tampilan yang diinginkan. Konsultasikan kebutuhan proyek Anda dengan tim Muliaglass untuk menemukan pilihan float glass yang sesuai dengan aplikasi, ukuran, dan spesifikasi proyek Anda.
Linktree: linktr.ee/muliaglass
Website: Float Glass – PT Muliaglass
Contact us: +62 811-868-542 – WhatsApp